Sabtu, 22 Januari 2011

BENTUK PANEL BODI BAGIAN LUAR KENDARAAN 60 – 002 – 2



Daftar Isi                                                                                                          Halaman


Bagian - 1
2


Pendahuluan
2


Definisi Pelatih, Peserta Pelatihan dan Pelatihan
2


Disain Modul
2


Isi Modul
3


Pelaksanaan Modul
3


Definisi istilah-istilah yang digunakan dalam Standar Kompetensi
4


Hasil Pelatihan
5


Pengenalan
5


Prasyarat
5


Pengakuan Kompetensi Tertentu (RCC)
5


Keselamatan Kerja
5


Bagian - 2
6


Prosedur Bentuk Panel Bodi Bagian Luar Kendaraan
6


·         Bentuk Panel Dasar
6


·         Definisi
6


·         Lurus
8


Standar Nasional Kompetensi OPKR 60-002B





Bagian - 1

Pendahuluan

Modul ini terdiri dari tiga buku petunjuk yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian. Ketiga buku tersebut saling berhubungan dan menjadi referensi Modul Pelatihan. Berikut ini adalah Buku Informasi.

Modul Pelatihan ini menggunakan Pelatihan Berbasis Kompetensi sebagai pendekatan untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai di tempat kerja.

Pelatihan Berbasis Kompetensi memfokuskan pada keterampilan seseorang yang harus dimilki di tempat kerja. Fokusnya adalah pada pencapaian keterampilan dan bukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan.

Modul Pelatihan ini disusun berdasarkan pada Standar Kompetensi. Standar Kompetensi adalah pernyataan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diakui secara nasional yang diperlukan untuk penanganan perbaikan dibidang otomotif.

Modul Pelatihan ini digunakan sebagai Kriteria Penilaian terhadap Standar Kompetensi Nasional OPKR-60-002B.

 

Definisi Pelatih, Peserta Pelatihan dan Pelatihan


Pada modul Pelatihan ini, seseorang yang menyampaikan materi pelatihan lebih dikenal sebagai Pelatih. Di sekolah-sekolah, institusi-institusi dan pusat-pusat pelatihan, orang tersebut lebih dikenal dengan sebutan guru, instruktur, pembimbing atau sebutan lainnya.

Berkaitan dengan keterangan di atas, seseorang yang berusaha mencapai kemampuan disebut sebagai Peserta Pelatihan. Pada sekolah-sekolah, institusi-institusi dan pusat-pusat pelatihan, orang tersebut lebih dikenal dengan sebutan siswa, murid, pelajar, peserta, atau sebutan lainnya.

Pelatihan adalah proses pengajaran yang berlangsung di sekolah, institusi ataupun Balai Latihan Kerja.


Disain Modul


Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

·         Pelatihan Klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.

·         Pelatihan Individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

Isi Modul

 

Buku Informasi


Buku Informasi ini adalah sumber untuk pelatih dan peserta pelatihan yang berisi:
·         Informasi yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan sebelum melaksanakan praktek kerja.

Buku Kerja

Buku Kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual/mandiri.
Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:
·         Kegiatan-kegiatan akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
·         Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
·         Kegiatan penilaian untuk menilai pengetahuan peserta pelatihan.
·         Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktek kerja.

Buku Penilaian

Buku Penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:
·         Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
·         Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
·         Sumber-sumber yang dapat digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
·         Ssemua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
·         Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktek.
·         Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.


Pelaksanaan modul


Pada Pelatihan Klasikal, pelatih akan :
·         Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
·         Mmenyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
·         Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
·         Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/tanggapan dan menuliskan hasil tugas prakteknya pada Buku Kerja.
·         Menggunakan Buku Penilaian untuk menilai jawaban/tanggapan dan hasil-hasil peserta pelatihan pada Buku Kerja.

Pada Pelatihan Individual/mandiri, peserta pelatihan akan :
·         Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
·         Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada Buku Kerja.
·         Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
·         Mengisikan hasil tugas praktek pada Buku Kerja.
·         Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh Pelatih.


Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Standar Kompetensi

 

Prasyarat

Kompetensi yang dibutuhkan sebelum memulai suatu kompetensi tertentu.

Elemen-elemen Kompetensi

Tugas-tugas yang harus dilakukan untuk mencapai suatu keterampilan.

Kriteria Unjuk Kerja

Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk menunjukkan keterampilan pada setiap elemen.

Rentang Variabel

Ruang lingkup materi dan persyaratan yang memenuhi kriteria unjuk kerja yang ditetapkan.

Petunjuk Penilaian

Merupakan petunjuk bagaimana peserta pelatihan dinilai berdasarkan kriteria unjuk kerja.

Konteks

Merupakan penjelasan tentang dari mana, bagaimana dan metode penilaian apa yang seharusnya digunakan.

Aspek-aspek yang diperlukan

Menentukan kegiatan inti yang harus dinilai.


Persyaratan Level Literasi dan Numerasi

Persyaratan Modul                 Literasi Level 1         dan         Numerasi Level 1
Level
Literasi
1
Kemampuan untuk membaca, memahami dan menghasilkan teks dasar.
2
Kemampuan untuk memahami hubungan yang kompleks pada teks dan memahami informasi lisan dan tulisan yang diberikan.
3
Kemampuan untuk menulis, menganalisa kritik dan mengevaluasi teks.


Level
Numerasi
1
Kemampuan untuk menggunakan simbul-simbul dasar, diagram, istilah secara matematik dan dapat memahami konteks serta dapat mengkomunikasikan secara matematik.
2
Kemampuan untuk menguji, memahami dan menggunakan konsep matematik yang kompleks pada batasan konteks.
3
Kemampuan untuk menganalisa kritik, mengevaluasi dan menggunakan simbol-simbol matematik, diagram, chart dan teori-teori yang kompleks.


Hasil Pelatihan

Setelah menyelesaikan materi yang disajikan pada pelatihan ini, peserta harus dapat:
·         Menyebutkan dan mengambarkan empat dasar bentuk panel.
·         Mengambar sket sederhana masing-masing bentuk.
·         Meletakan dan mengidentifikasi bentuk-bentuk panel pada kendaraan bermotor.


Pengenalan


Corak mode pabrik mobil dan desain bentuk bodi sehingga mereka dapat menarik perhatian pembeli dimasa mendatang sebaik yang merupakan salah satu kekuatan. Bentuk dari panel juga mempunyai hubungan dengan kesederhanaan dari kerusakan yang terjadi pada benda yang terkena tekanan. Perbedaan bentuk panel juga memerlukan teknik perbaikan yang berbeda. Keperluan alat pemukul panel dapat mengidentifikasi bentuk panel yang berbeda guna memperbaikinya.


Prasyarat


Sebelum memulai modul ini, peserta harus sudah menyelesaikan modul-modul berikut ini:

·         OPKR-10-016B - Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja.


Pengakuan Kompetensi Tertentu (RCC)

Jika seorang peserta menyatakan dia mampu/cakap dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ditentukan pada hasil pelatihan, dia harus dapat membuktikan kemampuannya kepada pelatih.


Keselamatan Kerja

Umum
Peserta harus mematuhi/menuruti undang-undang tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang diberlakukan oleh pemerintah dan tempat kerja.


Pribadi
Ikuti tindakan pencegahan keselamatan yang ada pada OPKR 10-016B dan OPKR 10-017B.
Isinya antara lain:
Latihan bengkel umum.
Kelengkapan dan latihan keselamatan pribadi.
Latihan pencegahan kebakaran.
Keselamatan oksiasetilin.

Bagian - 2

Prosedur Bentuk Panel Bodi Bagian Luar Kendaraan


Bentuk Panel Dasar

Ada 4 (empat) klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi bentuk dari beberapa bentuk.

1.    Datar
2.    Lurus (lengkung dalam satu arah).
3.    Terbentuk, juga dikenal sebagai gabungan atau lengkung komplek.
4.    Reverse swepp atau reverse lengkung.


Definisi

Datar
Panel datar adalah apa yang hanya dikatakan datar, tidak mempunyai lengkungan atau bentuk hanya panjang atau lebar dari panel. Bentuk-bentuk tersebut dapat ditemukan pada sisi vendor atau bentuk van dan lain-lain.

Panel dasar adalah kemungkinan salah satu kesulitan untuk penyelesaian metal.
Text Box:















Gambar 1. Contoh dari Panel datar


Satu cara yang digunakan untuk menyelesaikan metal panel datar adalah pindahkan dari sisi kendaraan dan mengerol nya kedalam lengkungan.
Text Box:












Gambar 2 Pengerol panel datar

Kemudian kita dapat memperbaiki kerusakan dengan mengunakan prosedur perbaikan yang digunakan untuk memperbaiki panel terbentuk (menyusutkan bagian yang tinggi dan merentang daerah yang rendah).
Text Box:














Gambar 3. Panel yang sedang diperbaiki

Sekali perbaikan diselesaikan, panel dapat roll kembali ke bentuk datar.
Text Box:












Gambar 4 Panel diroll datar


Lurus

Panel lurus hanya mempunyai lengkungan satu arah, pada sebuah kendaraan perniagaan.

Text Box:















Gambar 5. contoh panel lurus.

Terbentuk

Panel terbentuk mempunyai lengkungan pada kedua arah, memiliki panjang dan lebar. Biasanya digunakan untuk kendaraan penumpang, karena memberikan panel lebih kuat dan menarik. Tanpa beban pada kelebihan terhadap penguatan panel.
Lebih banyak bentuk yang diletakan pada panel, akan memperkuat. Alasan pabrik mobil dapat mengunakan lebih tipis metal untuk panel, dan masih tetap memakai kekuatan yang diperlukan.
Text Box:













Gambar 6. Contoh panel yang terbentuk

Catatan:
Panel terbentuk dapat juga diklasifikasikan sebagai panel bentuk mahkota tinggi atau bawah.

Panel mahkota tinggi mempunyai penyebutan lengkung tinggi sedangkan mahkota rendah mempunyai penyebutan lengkung rendah, lengkungan kurang nyata.

Peserta perlu meletakan bidang lurus diatas panel untuk mendeteksi lengkung rendah.

Bentuk cembung adalah bagian tinggi dari bentuk panel dan itu kemungkinan rendah seperti pada atap falkon atau komodor atau tingginya seperti atap mobil VW atau morris. Bentuk lekuk adalah kebalikan bentuk lengkung dari pada panel terbentuk.
Panel terbentuk adalah diperbaiki oleh perataan bagian rendah dan penyusutan bagian tinggi.

Text Box:











Gambar 7. Contoh panel terbentuk dari mahkota tinggi



Reverse sweep

Panel ini adalah satu dimana perubahan bentuk dari cembung menjadi lekukan. Dengan kata lain arah lengkungan terbalik.
Text Box:














Gambar 8. Contoh bentuk panel cembung menjadi lengkung.


Prosedur perbaikan untuk bagian sweep reverse adalah terbalik atau kebalikan dari pada bentuk panel. Artinya bahwa jika peserta mempunyai sebuah mengelembung tinggi pada panel, peserta harus meratakan, sementara peserta menyusutkan bagian yang tinggi menjadi bentuk yang semula.

Bentuk ini akan berubah fatal jika terjadi kecelakaan, dan memerlukan perbaikan yang berat.
Bentuk ini dapat ditemukan pada beberapa kendaraan penumpang tetapi tidak semuanya.
Text Box:
















Gambar 9. Bagian banel lengkung terbalik.

aplikasi Bodi Sealar


APLIKASI BODI SEALER

Salah satu cara penyambungan komponen bodi kendaraan adalah dengan sealer. Bahan sealer (perapat)  terdiri dari bahan utama dan zat pengeras, yang apabila kedua bahan tersebut dicampur maka akan terjadi reaksi kimia lalu mengeras pada  temperature normal        menjadi semacam karet yang elastis.
Penggunaan sealer ini dapat dilakukan pada komponen bodi maupun antara karet dengan bodi (misal karet kaca kendaraan).  Tipe dari sealer dapat dibedakan berdasar suhu  pengeringan disekitarnya, yaitu:
1.       Low temperature type,  dengan suhu 0o sampai 15 o C
2.       Medium temperature type,  dengan suhu 15 o  sampai 35o C
3.       High temperature type,  dengan suhu 35 o sampai 45 o C
Dengan pembagian berdasar suhu diatas, maka akan terdapat variasi lama pengeringan sealer. Untuk tipe low temperatur  digunakan pada daerah dingin akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengering yaitu lebih dari 100 menit, untuk mempercepat dapat dengan bantuan sinar infra lamp. Sedangkan untuk medium temperatur type mayoritas digunakan saat ini, akan mengering  secara bervariasi tergantung suhu sekitar. Jika suhu sekitar 25o C, maka akan mengering sekitar 150 menit, dan bila suhu 35o C  akan engering sekitar 90 menit. Hal ini perlu diketahui untuk  emperkirakan waktu mencampur sampai menyelesaikan pekerjaan, agar hasilnya waktu untuk mengering terpenuhi. Setelah pekerjaan selesai, maka sealer dibiarkan mengering selama 4 jam untuk  memperoleh hasil pengikatan yang maksimal. 
Bahan yang paling banyak digunakan adalah sealer dari tipe  polyurethane, hal ini dikarenakan memiliki keunggulan sealer akanmengering apabila berhubungan dengan kelembaban udara, tidak  retak atau mengkerut, memiliki fleksibilitas, adhesi dan tahan air  yang sangat baik. Sealer jenis ini digunakan juga oleh Toyota dan tersedia dalam tiga jenis, yaitu:
1.       Body sealer black tipe cartridge
2.       Body sealer white  tipe cartridge
3.       Body sealer white  tipe tube



 












Gambar 1. Tipe sealer yang digunakan oleh Toyota Motor

Tipe sealer yang pertama dan kedua diaplikasikan pada bodi  dengan menggunakan sealer gun sedangkan tipe yang terakhir  diaplikasikan secara manual (biasanya hanya digunakan untuk  memperbaiki kerusakan kecil).
Proses aplikasi  sealer pada bodi kendaraan  dapat dilakukan  dengan beberapa cara, yaitu:
1.       Langsung, yaitu sealer dioles secara langsung pada bodi tanpa menggunakan alat bantu.
2.       Spray gun, yaitu sealer berwujud cair dicampur dengan  hardener, kemudian diaplikasikan ke bodi dengan cara  disemprotkan.
3.       Sealer gun, yaitu sealer cartridge dipasang pada alat, kemudian ditekan sehingga sealer keluar dalam bentuk yang padat.


Dari beberapa cara diatas, yang paling banyak digunakan  adalah menggunakan sealer gun.  Sealer gun digunakan untuk  aplikasi bodi sealer tipe cartridge. Oleh karena terdapat beberapa  sealer gun, yaitu:
1.       Tipe manual
2.       Tipe elektrik
3.       Tipe pneumatik.
Bagian dari sealer gun pada dasarnya sama saja, yaitu tempat cartridge, handel pemegang pemicu dan penekan. Khusus untuk tipe elektrik menggunakan kabel listrik  yang dihubungkan ke sumber  listrik untuk memutarkan motor yang akan menekan sealer sehingga keluar dari cartridge. Untuk tipe pneumatik terdapat dudukan slang yang dihubungkan ke kompresor untuk menekan sealer keluar dari cartridge. Sedangkan tipe manual, cara pengeluaran sealer dari  cartridge dengan menekan pada tuas penekan dan pemicu dibuka. Kelamahannya tipe manual tidak dapat beroperasi dengan tekanan yang sama untuk daerah kerja yang banyak. 










Gambar 4.  Sealer gun tipe pneumatik dan contoh aplikasinya.

Pada pemakaian sealer diatas, banyak sedikitnya sealer yang dikeluarkan tergantung dari lubang cartridge yang dibuat, dan  diperhitungkan dengan luas bagian yang akan dikerjakan. Saat  menggunakan sealer gun, gunakan tekanan maksimal pada  pemicunya secara konstan, agar hasilnya merata. Sebab, apabila tidak maksimal maka kemungkinan tekanan akan bervariasi, sehingga hasilnya tidak bagus/merata.  Sedangkan untuk aplikasi sealer dengan spray gun, diperlukan pekerjaan yang lebih banyak, karena diperlukan tambahan waktu  untuk mencampur bahan antara bahan baku dengan hardener  sekitar 1:7.  Cara ini sangat cocok apabila daerah permukaan lebar  dan memerlukan hasil yang tipis dan merata.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1.       Dalam aplikasi sealer gunakan sealer dari merk, menggunakan  dari berbeda merk akan sulit mengering dan hasil yang tidak baik.
2.       Sealer akan berkurang kualitasnya setelah berumur 6 bulan dari  produksinya.
3.       Simpan primer dan adhesive pada tempat yang kering
4.       Jangan membuka tutup primer dan adhesive jika tidak digunakan
5.       Apabila perapat dipasang pada bidang yang dicat, pastikan lapisan cat telah kering.
6.       Apabila bodi akan dicat, lindungi sealer dari cat agar tidak  merusak sealer itu sendiri karena bereaksi dengan zat lain.






Pada kendaraan saat ini banyak digunakan aplikasi sealer pada bodi, karena tahan terhadap korosi, bisa berungsi sebagai peredam,  tidak terjadi perubahan  entuk bila dibanding dengan las. Berikut ini contoh aplikasi perapat ada komponen bodi kendaraan yaitu engine hood (kap mesin):











Gambar 6.  Aplikasi sealer pada body kendaraan.

Apabila kita melaksanakan penggantian komponen, biasanya  idak terdapat alur untuk sealer. Oleh karena itu kita harus bisa  enentukan area yang memerlukan sealer dengan melihat pasangan anel yang akan kita ganti. Oleh sebab itu, pada saat perbaikan  kendaraan yang mengalami kecelakaan body, sealer harus  diaplikasikan pada panel penggantinya.  Dalam perbaikan bodi  menggunakan sealer, terlebih dahulu Anda memperhatikan petunjuk manual dari kendaraan yang bersangkutan, dengan melihat lokasi  atau area dimana bodi sealer akan digunakan. Selanjutnya, sisi yang berlawanan dari kendaraan (sisi samping) yang areanya sedang  iperbaiki tersebut, dapat digunakan sebagai referensi (acuan).
            Namun pada pintu  beberapa jenis kendaraan  yang menggunakan precuring sealer, akan terdapat bekas sealer lama,  karena sealer berada didalam lapisan cat.  Procuring sealer  diaplikasikan langsung pada lembar metal sebelum dilakukan proses pengecatan electro deposited (ED), sehingga menyederhanakan  aplikasi sealer.
Procuring ini dilakukan atau aplikasikan sebelum penggantian part, tetapi pada penggunaan sealer biasa harus diaplikasikan  sesudah  aplikasi top coat, untuk menjamin bahwa semua sudut dan kemudian diberi sealer.







Gambar 7. Perbedaan aplikasi precuring sealer dan sealer biasa
Aplikasi Bodi Sealer
Bodi sealer diaplikasi, setelah proses pengeringan dan  pengamplasan surfacer dengan sempurna tetapi sebelum aplikasi top coat (pengecatan akhir)

 





Gambar 8. Alur pekerjaan aplikasi sealer

Berikut alur proses aplikasi perapat :
1.       Membersihkan dan   menghilangkan  greas    (degreasing) permukaan sealer dilakukan dengan cara yang sama pada saat aplikasi putty.
2.       Menajamkan cartridge nozzle
Cartridge nozzle perlu ditajamkan sekali agar menghasilkan  bentuk sealer yang spesifik. Gunakanlah tang untuk meratakan kira-kira 10 mm  dari ujung nozzle dan kemudian potong kira-kira 5 mm dari ujung.  Dianjurkan agar memiliki 2 tipe nozzle siap pakai satu yang berlubang kecil untuk aplikasi komponen-komponen yang sempit dan satu yang berlubang besar untuk aplikasi yang digunakan untuk aplikasi komponen yang lebih besar.  Berikut bentuk dari  potongan nozzle dan bentuk aplikasi sealer:


 















Gambar 9.  Cara menajamkan nozzle dan tempat aplikasinya (pada pintu)









 













Gambar 10. Beberapa bentuk ujung nozzle catridge dan bentuk hasilnya.

3.       Aplikasi Bodi Sealer
Pertama, tentukan dibagian mana anda akan berdiri, sebelum  memulai aplikasi bodi sealer. Suatu titik yang memungkinkan Anda bisa aplikasi bodi sealer pada keseluruhan sisi panel sekali jalan, akan menghasilkan bentuk sealer yang seragam. Oleh  sebab itu, carilah titik dari mana pekerjaan sealer dapat dilakukan tanpa harus berpindah.













Gambar 11. Saat aplikasi sealer, tumpuan kaki jangan berubah
Kedua, mantabkan tangan kiri untuk memegang sealer gun dan telunjuk pada triger/ tuas pemicu. Ujung nozzle catridge  ditempelkan pada salah satu lipatan panel (plat) sebagai garis referesi/ panduan/ acuan agar membantu arah aplikasi sealer gun tidak oleng kesamping. Pastikan untuk dapat memilih garis  referensi yang tepat, karena apabila salah, aplikasi sealer akan  menjauh dari sambungan panel.



 









Gambar 12. Hasil yang baik benar-benar menyampung kedua panel (kiri).

Ketiga, penarikan trigger dan gerakan pada sealer gun harus tetap konstan. Apabila gerakannya berubah-ubah, maka bentuk sealer juga akan berubah. Ada beberapa sealer yang dapat menjaga jumlah keluaran sealer gun  secara tetap, tanpa  terpengaruh dengan tekanan pada tipe sealer gun biasa tadi.


 










Gambar 13. Bentuk sealer tergantung dari penekanan dan kecepatan aplikasinya













Kempat, jagalah agar sealer gun tetap parallel disepanjang garis dimana bodi sealer diaplikasi. Perubahan pada sudut ini, akan  berpengaruh pada bentuk sealer.







Gambar 14. Arah aplikasi sealer harus mengikuti panel, jika berbah maka hasilnya tidak baik.

Kelima, bentuk sealer yang diinginkan tidak akan diperoleh jika nozzle tidak ditempatkan pada sudut yang benar terhadap panel bodi. Oleh karena itu posisikan sealer gun dengan sudut tertentu (menyesuaikan dengan bentuk lubang juga), sehingga ujung  nozzle tidak membekas pada sealer yang sudah keluar dari ujung nozzle tersebut. Jika terlalu miring maka sealer tidak menempel kuat pada panel, dan bila terlalu mendekati tegak maka akan menggores sealer yang sudah keluar.  Berikut ini contoh sudut yang tepat agar hasilnya maksimal:


 




















Gambar 15. Sudut diperhitungkan untuk mendapatkan hasil maksimal.